SELAMAT DATANG DI BLOG EFFECTIVE LEARNING

Selasa, 25 Oktober 2011

Paradigma Pembelajaran Berorentasi Konstruktivistik



A. Pengertian Kontruktivistik
Kontruktivistik adalah landasan filosofis yang meyakini bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) dan tidak secara tiba-tiba.
B. Ada beberapa pendapat para ahli :
a.    Menurut Nur Hadi bahwa manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata selain itu menegaskan pula bahwa dalam pandangan kontruktivistik strategi memperolah lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengalaman.
b.   Menurut Suparno mengatakan kontruktivisme beranggapan bahwa pengetahuan adalah hasil kontruksi manusia.
c.    Menurut Degeng dalam pandangan teori kontruktivistik belajar adalah penysusunan pengetahuan dari pengalaman konkret, aktivitas, kolaboratif, dan refleksi serta interprestasi. Sedangkan mengajar adalah menata lingkungan agar siswa termotivasi dalam menggali makna serta menghargai ketidak menentuan.
Piaget memberikan kunci dasar dalam pengajaran kontruktivistik bahwa seorang anak biasa memahami suatu gagasan matematis atau ilmiah dengan cara agak berbeda yang dipahami oleh orang dewasa.
C. Sepuluh ciri-ciri yang harus ada pada saat siswa menngkontruk, yaitu :
a. Struktur dengan ukuran konsistensi internal
b. Integrasi lintas berbagai konsep
c. Konvergensi antara beragam bentuk dan konteks makna
d. Daya reflekstif dan deskriptif
e. Kontinuitas sejarah
f. Keterkaitan dengan berbagai sistem simbol.
g. Kesesuaian dengan para ahli.
h. Potensi untuk bertindak sebagai alat bagi kontruk berikutnya.
i. Kemampuan untuk dijustifikasi dan dipertahankan.
D. Kemampuan dimiliki Guru dalam pembelajaran kontruktivistik menurut hasil forum Carnegie tentang pendidikan dan ekonomi :
a. Pemahaman yang baik tentang kerja baik fisik maupun social.
b. Memiliki rasa dan kemampuan tersebut, adalam menyimpulkan dan menganalisis dasar.
c. Memiliki kemampuan pemahaman siswa.
d. Memiliki kemampuan mempercepat kreatifitas sejati siswa.
e. Memiliki kemampuan kerjasama dengan orang lain.
Dua tokoh kontruktivistik yang terkenal adalah Piaget dan Vygostky. Secara singkat, kontruktivisme piaget disebut kontruktivis radikal, sedangkan kontruktivisme vygostky disebut kontruktivisme sosial :
a.  Menurut piaget perkembangan intelektual anak didasarkan pada dua fungsi yaitu organisasi dan adaptasi. Adaptasi terhadap lingkungan dilakukan melalui dua proses yaitu akumulasi dan akomodasi.
Teori piaget tentang perkembangan intelektual ini mengambarkan tentang konstruktivisme pengetahuan. Pandangannya tersebut menggambarkan bahwa perkembangan intelektual tersebut suatu proses dimana anak secara aktif membangun pemahaman dari hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungannya.
Model konstruktivis piaget dalam mengajar hendaknya memperhatikan 8 hal berikut :
1.   Siapkanlah benda-benda nyata untuk digunakan para siswa
2.   Pilihlah pendekatan sesuai tingkat perkembangan anak
3.   Perkenalkan kegiatan yang layak dan menarik, dan berilah para siswa kekebasan  untuk menolak saran seorang Guru.
4.   Tekankan penciptaan pertanyaan-pertanyaan dan masalah-masalah dan demikian pula pemecahannya.
5.   Anjurkan para siswa untuk saling berinteraksi
6.   Hindari dari istilah-istilah tehnik dan tekankan berpikir.
7.   Anjurkan siswa berpikir dengan cara mereka sendiri.
8.   Perkenalkan ulang materi dan kegiatan yang sama setelah beberapa tahun yang lalu.
Implikasi teori piaget ini dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
1.   Memusatkan perhatian pada proses berpikir anak, bukan pada sekedar hasilnya.
2.   Menekankan pada pentingnya peran siswa dalam berinisiatif sendiri dan keterlibatan secara aktif dalam pembelajaran, anak didorong menemukan sendiri melalui interaksi dengan lingkungannya.
3. Memaklumi adanya perbedaan individual dalam kemajuan perkembangan, sehingga Guru melakukan upaya khusus untuk mengatur kegiatan kelas dalam membentuk individu-individu atau kelompok-kelompok kecil.
b.   Menurut Vygostky menekankan pada hakikat sosiokultural dari pembelajaran, yaitu siswa belajar menangani tugas-tugas yang dipelajari melalui interaksi dengan orang dewasa dan teman sebaya.
            Ide penting lain yang dapat diambil dari teori vygostky adalah scaffolding yaitu pemberian sejumlah besar bantuan kepada siswa selama tahap-tahap awal pembelajaran, kemudian mengurangi bantuan tersebut untuk selanjutnya memberi kesempatan kepada anak untuk mengambil tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia dapat melalukannya. Bantuan tersebut dapat berupa petunjuk, peringatan atau dorongan yang memungkinkan peserta didik tumbuh sendiri.
            Implementasi teori vygostky dalam pembelajaran sebagai berikut :
1.   Pembelajaran kooperatif antar siswa tertata dengan baik, sehingga siswa dapat berinteraksi disekitar tugas-tugas yang sulit dan memunculkan Zone of Proximal Development.
2.   Pendekatan vygostky dalam pembelajaran menekankan pada scaffolding.
3.   Memaklumi adanya perbedaan perbuatan individu dalam hal kemajuan perkembangan, sehingga Guru harus melakukan upaya khusus untuk mengatur kegiatan kelas dalam bentuk individu-individu atau kelompok kecil. 

  disusun dan dikirim Oleh Kelompok I  (SBM V A)
             1. Saodah
             2. Hairunisya
             3. M. Rikardo
             4. Abdul Salam
             5. Nurjanah



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar